No Comments

Tasawuf Basis Kehidupan Sosial

KUDUS, ansorkudus.or.id – Tasawuf harus menjadi basis atau dasar dari kehidupan sosial kita. Sebab, dengan menjadikan nilai-nilai tasawuf sebagai dasar akan mewujudkan relasi sosial yang baik.

Pentingnya perihal penerapan tasawuf disampaikan Penasehat Rijalul Ansor Kudus KH Sa’adudin Nasih saat sesi wawancara ansorkudus.or.id belum lama ini. Pria yang akrab disapa Gus Nasih mengatakan, penerapan nilai tasawuf itu secara sederhana seperti melihat orang lain dengan kacamata hakikat sedangkan melihat diri sendiri dengan kacamata syariat.

“Dengan demikian yang timbul adalah sifat husnuzan (prasangka baik), sehingga dengan husnuzan akan berdampak baik bila diterapkan dalam kehidupan sosial,” terang pengasuh PP El Fath El Islami, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae ini.

Nilai tasawuf yang juga mendasar misalnya kejujuran. Dengan menerapkan kejujuran ini dapat menjadi solusi dari persoalan sosial politik. Korupsi di negara ini dapat hilang atau setidaknya berkurang signifikan bila para politisi maupun birokrat menerapkan nilai-nilai kejujuran.  

“Jika kamu merasa puas dengan kenikmatan hidup maka hidupmu akan merasa cukup. Jika kamu merasa tidak puas maka hidupmu akan merasa kurang,” jelas Gus Nasih dengan mengutip puisi Abdullah Alhadad.

Puisi itu, lanjut dia, mengingatkan kita untuk tak rakus. Dengan demikian, Islam dapat menjadi solusi dari problem dalam semua segi kehidupan baik sosial, politik maupun lainnya. Jadi Islam tak hanya sebatas jargon, simbol atau bahkan dogma belaka.

Lebih lanjut Gus Nasih mengatakan telah menjadi rahasia umum untuk menjadi pemimpin politik selama ini memang membutuhkan modal yang tak sedikit. Ini pula, katanya, yang kerap dijadikan kambing hitam praktik korupsi.

Menurutnya, itu tergantung paradigma. Semestinya, bila kondisi memang mengharuskan seperti itu, cost atau modal politik diniatkan untuk modal menegakkan kebenaran. Sehingga, setelah jadi pemimpin politik bukan berupaya untuk mengembalikan modal tadi tetapi justru menyelenggarakan kemaslahatan.

Terkait orang-orang politik yang saling berebut pengaruh masyarakat, kata dia, itu tergantung karakter pribadi masing-masing. Bila seseorang itu selalu mewujudkan kebaikan, baik ucapan maupun perilaku, maka ia pun akan memiliki pengaruh ke masyarakat. (MS/AR)

Berita Terhangat
No results found.

Berita Lain

No results found.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/