No Comments

Turba ke Ranting, Ansor Mejobo Sosialisasikan Program

KUDUS, ansorkudus.or.ID – Dalam rangka menyampaikan program kerja, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus menggelar Turun ke Bawah (Turba) ke Ranting Jojo pada Jum’at (11/3). Kegiatan ini dirangkai dengan selapanan Pimpinan Ranting (PR) Ansor Jojo yang bertempat di rumah sahabat Sunhadi RT 05/01, Desa Jojo.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa yang di pimpin oleh Ketua Rijalul Ansor Jojo. Ketua PAC GP Ansor Mejobo menyampaikan bahwa acara ini digelar secara bergilir dengan mendatangi desa di wilayah PAC Mejobo satu per satu. “Acara ini tidak hanya dilaksanakan di satu ranting atau satu desa saja. Melainkan bergilir, dan untuk selanjutnya kami masih menunggu kesiapan dari ranting lainnya,” kata Safif Ariyanto.

Menurutnya, acara ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus. “Tujuan acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahim antar pengurus sekaligus mensyiarkan NU ke pelosok dusun. Bahwa kader Ansor Banser harus bersinergi di semua lini, jangan sampai kita tertinggal dengan kelompok minhum, jangan sampai kalah dengan mereka, kita pasti bisa,” terangnya.

Sementara itu Ketua Ansor Ranting Jojo melaporkan kegiatan pada masing-masing departemen yang sudah berjalan di masa kepemimpinannya. ÔÇťAnsor Jojo kompak satu komando dan siap menjalankan instruksi dari pimpinan,” ungkapnya.

KAJIAN DIALOGIS : Kiai Abdul Hadi menyampaikan mauidloh hasanah pada acara Turba PAC Mejobo dan Selapanan PR Ansor Jojo, Jumat (11/3). (M. SAEFUDIN/ansorkudus.or.ID)
KAJIAN DIALOGIS : Kiai Abdul Hadi menyampaikan mauidloh hasanah pada acara Turba PAC Mejobo dan Selapanan PR Ansor Jojo, Jumat (11/3). (M.SAEFUDIN/ansorkudus.or.ID)

 

Dilanjutkan kajian dialogis oleh Kiai Abdul Hadi dengan tema “Ilmu”, Kiai Abdul Hadi berpesan kepada yang hadir malam itu bahwa mencari ilmu itu penting dan tidak boleh dilupakan, karena suatu saat ilmu yang dipelajari akan sangat bermanfaat. beliau mengibaratkan seperti orang yang akan bepergian, “kudu sarapan, ojo ngasi gak sarapan dan gak gowo bekal,” terangnya. Yang berarti orang bepergian itu harus sarapan dulu dan membawa bekal agar kuat, tidak lemas saat perjalanan, seperti orang yang akan mengarungi samudera kehidupan, bekal terbaik adalah ilmu. (*)

Penulis : M. Saefudin

Editor : Gunawan TB Setiyadi

Berita Terhangat
No results found.

Berita Lain

No results found.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/