No Comments

Dikunjungi Kader Ansor, Gus Muh Ingatkan Hal Ini

KUDUS, ansorkudus.or.ID – Saling menghormati dan menghargai antara penganut agama. Itulah pesan yang disampaikan KH. Muhammad Alamul Yaqin, pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Ketua Petanesia Cabang Kudus kepada rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Ansor Kudus yang berkunjung ke kediamannya di Jekulo, Kudus, Ahad siang (19/3).

Beliau menyampaikan bahwa Al Qur’an menganjurkan toleransi, “Salah satu dasar kita bertoleransi adalah Surat Al kafirun ayat 6 yang berbunyi لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ yang berarti “bagi kalian agama kalian (yang kalian bersikukuh mempertahankannya), dan bagiku agamaku (yang aku tidak akan mencari selainnya),” terangnya.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Muh ini menjelaskan tujuan Petanesia di bentuk yakni menerapkan toleransi beragama. “Misi Petanesia di Kudus adalah memperkuat sisi toleransi beragama melalui para pemuda. Toleransi beragama butuh peran pemuda antar umat beragama agar tetap bersatu menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya.

Kiai yang juga merupakan ketua Majelis dzikir dan salawat Rijalul Ansor Kudus ini mengingatkan, konflik berlatar belakang agama selalu terulang menjelang kontestasi politik. Oleh karena itu sangat penting membentengi generasi muda dengan kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya agar tidak mudah diadu domba.

Salah satu contoh toleransi beragama di kauman Jekulo ada pada masa mbah Tsanusi, dimana ada tokoh cina terkenal selalu mendukung kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh mbah Tsanusi, dan sikap itu terus menerus berulang hingga wafat.

Gus Muh juga menerangkan bahwa Kudus merupakan cerminan toleransi antara umat beragama di Indonesia bahkan di dunia. Seperti dilarangnya menyembelih sapi oleh Sunan Kudus untuk menghormati umat Hindu. Diluar konteks toleransi, ternyata dari sisi kesehatan terdapat manfaat mengganti konsumsi daging sapi dengan kerbau.

“Kandungan protein daging kerbau lebih tinggi dari sapi,” terang Gus Muh.

Diakhir diskusi, Gus Muh berpesan kepada para alumni PKL Ansor nantinya dapat memposisikan diri pada penegakkan toleransi beragama.

“jangan jadi komunitas pemuda yang inferior, yang tidak merasa lebih tau dibanding orang lain, jadilah pemuda yang superior, Ansor harus siap berbaur dengan komunitas lain, agar terwujud toleransi beragama di Indonesia dan Dunia,” pungkasnya. (*)

Penulis : Khoerul Anas

Editor : Gunawan TB Setiyadi

Berita Terhangat

Berita Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/