No Comments

Pesan Wakil Presiden RI Saat Hadiri Halaqah Internasional di Kudus

KUDUS, ansorkudus.or.ID – Bangsa Indonesia beruntung karena memiliki tokoh ulama atau wali Raden Ja’far Shodiq (Sunan Kudus). Beliau merupakan salah satu Walisongo yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam di Jawa Tengah dengan mengedepankan pendekatan kultural.

Demikian yang disampaikan oleh wakil presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin saat menghadiri Halaqah Internasional “Peradaban Walisongo untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” di Gedung Menara Kudus pada Sabtu malam (22/07/2023), melalui zoom meeting yang disaksikan ratusan peserta halaqah.

Kiai Ma’ruf mengatakan misi ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin yang diusung oleh Sunan Kudus mampu mengantarkan Islam sehingga dapat diterima dan berkembang di Indonesia dengan cara-cara yang damai, bukan dengan paksaan ataupun perang.

Bangunan Masjid Menara Kudus yang memiliki simbol Hindu dan Budha menjadi bukti sejarah yang menunjukan besarnya toleransi dan penghormatan Sunan Kudus terhadap agama yang dianut oleh mayoritas penduduk setempat waktu itu.

“Kebijakan, kebijaksanaan, dan kelembutan dalam berdakwah ini menjadikan Islam hadir di tanah Kudus berdampingan dengan keyakinan yang lain,” tutur Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menambahkan bahwa nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Sunan Kudus menjadi falsafah hidup warga lokal. Falsafah ini terus dijunjung, meski telah berusia ratusan tahun. Falsafah yang dikenal sebagai Gusjigang ini merupakan singkatan dari bagus perilakunya, pintar mengaji, dan bisa berdagang.

Kiai Ma’ruf menilai falsafah ini terus relevan, untuk menginspirasi hidup masyarakat, terutama generasi muda. Wakil Presiden RI itu juga berharap agar generasi muda muslim di seluruh Indonesia bisa menjadi generasi yang Gusjigang, yaitu generasi yang terus mendalami ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan, memiliki akhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan kewirausahaan.

“Kudus merupakan daerah yang memiliki tradisi kewirausahaan yang menonjol. Hal ini terlihat, dari maraknya aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus sehingga Kudus termasuk ke dalam 3 besar wilayah penopang ekonomi di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ajak Para Pengusaha dan UMKM Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Dalam forum tersebut, Kiai Ma’ruf menyampaikan pemerintah saat ini telah serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) pada setiap provinsi termasuk di Jawa Tengah.

Fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah meliputi 4 hal, yakni pengembangan industri halal, pengembangan keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan bisnis syariah.

“Keempat fokus tersebut berjalan secara pararel dan menjadi satu kesatuan utuh dalam ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tegasnya.

“Pemerintah juga telah mencanangkan Indonesia sebagai pusat halal dunia pada tahun 2024. Dengan sektor-sektor unggulan seperti makanan, minuman, fashion, kosmetik, farmasi dan pariwisata,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Menurut Kiai Ma’ruf untuk mewujudkan cita-cita tersebut, seluruh aktor ekonomi syariah di Indonesia harus memainkan peran dan berkerjasama dengan baik, sehingga Indonesia akan menjadi pemain utama ekonomi dan keuangan di tingkat global.

Dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, peran UMKM menjadi sangat penting karena jumlah pengusaha UMKM mencapai 99,09 persen termasuk yang ada di wilayah Kudus.

Hal lain yang tidak kalah penting menurut Kiai Ma’ruf adalah pusat riset pengembangan dan inovasi yang berkolaborasi dengan UMKM. Ia berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan temuan-temuan berharga untuk mendorong kemajuan industri halal tanah air.

“Perusahaan besar dan kecil mesti tolong menolong dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan minat konsumen yang cepat, perusahaan kecil biasanya lebih lincah bergerak dan lebih dekat dengan konsumennya. Hal ini menjadi keuntungan yang dapat ditawarkan oleh perusahaan kecil kepada perusahaan besar,” terangnya.

“Di lain pihak, perusahaan besar dapat memberi dukungan kepada UMKM. Misalnya melalui fasilitas inkubasi bisnis, pendanaan kreatif, penguatan kapasitas dan literasi ataupun pengintegrasian global halal hub,” imbuhnya.

Dalam Islam menjalankan aturan-aturan agama memiliki dua keuntungan, yaitu keuntungan di dunia dan keuntungan berupa pahala yang besar di akhirat.

Keuntungan lainnya, ekonomi dan keuangan syariah tidak ekslusif untuk umat Islam saja. Namun bisnis ini dapat menguntungkan siapa saja, terlepas dari agama dan kepercayaan yang dianut. Sifat inklusif inilah yang menjadikan ekonomi syariah juga berkembang di negara-negara yang penduduknya mayoritas non muslim.

“Oleh sebab itu, saya mengajak kita semua untuk merapatkan barisan dalam mewujudkan agenda-agenda pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Saya juga meminta agar kita semua berjuang untuk mewujudkan generasi yang Gusjigang, tidak hanya di Kudus, tapi juga di Jawa Tengah dan Nusantara,” harap Kiai Ma’ruf.

Penulis : Ahmad Syarif

Editor : Gunawan TB Setiyadi

Berita Terhangat
Tags: kudus

Berita Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/